Rumah Adat Sumatera – Rumah adat merupakan salah satu warisan budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Rumah adat tersebut datang dari berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya berasal dari pulau Sumatera yang kemudian dikenal dengan sebutan rumah adat Sumatera. Nah kali ini, kita akan belajar bersama mengenai rumah adat Sumatera yang khas dan unik. Karena rumah Sumatera sangat beragam jenisnya, maka kita akan klasifikasikan melalui asal provinsi yang ada pulau Sumatera. Bagaimana? Bagi kamu yang tertarik dengan pembahasan menarik ini, yuk segera scroll ke bawah dan baca artikel ini sampai tuntas ya. Rumah Adat Sumatera Rumah Adat Sumatera Rumah adat Sumatera merupakan berbagai rumah adat yang banyak dibangun dan dihuni oleh masyarakat Sumatera. Rumah tradisional Sumatera sangat khas dan identik dengan bentuknya yang mengusung konsep rumah panggung dan memiliki atap khas budaya Melayu. Rumah khas Sumatera sangat beragam, pada beberapa rumah memiliki unsur bangunan yang mirip namun juga tidak menghilangkan ciri khas dari setiap bangunan tradisional tersebut. Rumah Sumatera merupakan bangunan tradisional yang masih menggunakan bahan material dari alam dan tidak menggunakan paku sebagai penghubung setiap bagian bangunan tradisional Sumatera tersebut. Macam-macam Rumah Adat Sumatera Rumah adat Sumatera dapat dibedakan menjadi 10 macam rumah adat. Kesepuluh macam rumah adat tersebut berdasarkan pada asal provinsi di Sumatera, yang meliputi provinsi Aceh, provinsi Sumatera Barat, provinsi Sumatera Utara, provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, provinsi Bangka Belitung, provinsi Bengkulu, provinsi Jambi, provinsi Riau, dan provinsi Kepulauan Riau. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai beberapa macam rumah adat Sumatera yang berasal dari 10 daerah provinsi tersebut, dapat diamati pada penjelasan berikut ini. No Rumah Adat Sumatera 1 Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam Rumoh Aceh 2 Rumah Adat Sumatera Barat Rumah Gonjong Ampek Baanjuang 3 Rumah Adat Sumatera Utara Rumah Adat Karo 4 Rumah Adat Sumatera Selatan Rumah Adat Limas 5 Rumah Adat Lampung Rumah Adat Nuwo Sesat 6 Rumah Adat Bangka Belitung Rumah Rakit 7 Rumah Adat Bengkulu Rumah Bubungan Lima 8 Rumah Adat Jambi Rumah Adat Kajang Leko 9 Rumah Adat Riau Rumah Adat Melayu Atap Lontik 10 Rumah Adat Kepulauan Riau Rumah Adat Belah Bubung Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam Rumoh Aceh Rumah Adat Aceh Rumoh Aceh merupakan rumah adat Sumatera yang berasal dari Provinsi Aceh. Bangunan rumah adat ini dibangun dengan bentuk panggung. Arsitektur rumah yang berbentuk panggung ini mengandung filosofi tersendiri dan memiliki multifungsi, baik dari sisi keselamatan terhadap gangguan alam maupun makna dari sisi kehidupan sosial masyarakat. Rumoh Aceh dibuat panggung dengan jarah setinggi 2,5 meter dari permukaan tanah, karena kehidupan orang Aceh zaman dahulu banyak aktivitas sehari-hari dilakukan di bawah rumah. Bawah rumah biasa digunakan untuk menyimpan hasil tani dan hasil laut. Di bagian atas terdapat pintu masuk rumah yang dibuat sedikit lebih rendah. Bagian atas pintu diberi balok melintang sehingga setiap orang yang hendak memasuki rumah terlebih dahulu harus menundukkan kepalanya. Hal ini menyampaikan pesan bahwa setiap tamu hendaknya menaruh hormat pada tuan rumah, tidak mendongakkan kepala. Setiap rumah adat Aceh selalu didesain dengan menghadap arah timur atau barat, hal ini menunjukkan mana arah kiblat. Masyarakat Aceh sengaja mendesain rumah mengarah kiblat karena mayoritas masyarakat Aceh menganut agama Islam. Rumah yang dibangun menghadap ke arah barat juga bertujuan untuk keselamatan dari bencana angin badai. Di Aceh, angin kencang sering bertiup antara dua arah, yakni dari arah barat atau dari timur. Oleh karena itu, rumah Aceh dibangun dengan menghadap timur dan barat. Rumah Adat Sumatera Barat Rumah Gonjong Ampek Baanjuang Rumah Adat Gonjong Ampek Baanjuang Rumah adat Padang yang pertama adalah rumah Ampek Baanjuang. Rumah tradisional ini wajib didirikan di daerah Luhak Nan Tigo. Rumah adat Ampek Baanjuang merupakan simbol adat bagi masyarakat setempat di Padang. Sesuai nama “Ampek” memiliki makna berarti empat, bangunan tradisional ini memiliki 4 buah gonjong di atas atap dan memiliki lebih dari tujuh ruangan. Keunikan dari bangunan rumah adat Padang ini adalah terdapat tambahan anjung di bagian sisi kiri dan kanan bangunan tersebut. Anjung merupakan bagian yang digunakan untuk upacara adat pernikahan. Desain dari bangunan khas Sumatera ini dibuat dengan memperhatikan iklim dari negara Indonesia, yakni beriklim tropis. Setiap bagian bangunan dibentuk dengan maksud dan tujuan untuk mempertahankan diri dari kondisi alam yang mudah dilanda hujan dengan curah yang tinggi. Salah satunya dapat diamati pada atap rumah adat Sumatera yang memiliki puncak tajam dan kemiringan yang curam. Atap yang didesain sedemikian rupa bertujuan agar dapat segera menurunkan air hujan ke tanah dan tidak sampai merusak dinding dan masuk ke dalam rumah. Keunikan lainnya adalah bangunan khas Sumatera ini dibangun tanpa menggunakan paku, tapi justru menggunakan pasak sebagai pengait dan penghubung setiap bagian rumah. Selain itu, bagian dinding juga masih menggunakan bahan material jerami sebagai lambang kekuatan masyarakat yang telah terbentuk dengan kuat sedari dini. Rumah Adat Sumatera Utara Rumah Adat Karo Rumah Adat Karo Salah satu rumah adat Sumatera yang cukup terkenal adalah rumah Karo. Rumah adat ini merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang terkenal di kalangan turis lokal sampai mancanegara. Rumah adat Karo juga dikenal dengan sebutan rumah adat Siwaluh Jabu, yang memiliki arti bahwa rumah tradisional tersebut dihuni oleh delapan keluarga yang memiliki peran yang berbeda-beda di dalam satu rumah tangga. Rumah adat Karo tergolong rumah adat Sumatera yang memiliki ukuran paling tinggi dan paling besar ukurannya. Setidaknya bangunan ini memiliki tinggi mencapai 12 meter di atas permukaan tanah. Meskipun ukurannya yang besar, bangunan khas Sumatera ini dibangun tanpa paku. Hanya dilengkapi dengan 16 tiang penyangga yang bertumpu pada batu-batu besar sebagai penopang bangunan berkonsep panggung tersebut. Untuk bagian atap rumah Karo dibuat dari bahan material ijuk hitam yang diikat pada kerangka anyaman bambu. Di sisi lain, pada bagian lantai rumah terbuat dari bahan kayu yang disusun dan dihubungkan satu sama lainnya. Pada saat membangun rumah Karo, masyarakat setempat mengadakan musyawarah dengan anggota keluarga mengenai besar ukuran dan lokasi rumah tersebut. Untuk menentukan kapan membersihkan dan meratakan tanah akan ditentukan bersama guru atau dukun setempat. Bahkan ketika rumah selesai dibangun, masih harus dilakukan beberapa ritual sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Karo. Rumah Adat Sumatera Selatan Rumah Adat Limas Rumah Adat Limas Rumah adat Limas merupakan rumah adat khas Sumatera, tepatnya dari provinsi Sumatera Selatan. Dinamakan rumah limas karena bangunan ini memiliki atap yang berbentuk limas. Masyarakat setempat juga menyebutnya dengan rumah Bari. Konstruksi dari rumah Limas mengusung konsep rumah panggung. Selain itu, lantai rumah Limas dibuat bertingkat-tingkat yang kemudian dinamakan Bengkilas. Rumah adat Limas dapat dijumpai di daerah provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan di Malaysia, rumah Limas dapat dijumpai di Johor, Selangor, dan Terengganu. Rumah adat Sumatera ini memiliki luas sekitar 400 sampai 1000 meter persegi bahkan lebih. Bangunan tradisional tersebut dibangun dengan bahan material dari kayu unglen atau ulin. Dinding, pintu dan lantai rumah Limas umumnya terbuat dari kayu tembesu dan dihias dengan ukiran khas Palembang. Serta kerangka rumah adat Limas dibuat dari bahan kayu seru. Rumah ini terdapat banyak jendela yang berukuran besar. Atap rumah adat Limas dihiasi dengan ornamen simbar yang dibuat berbentuk tanduk dan melati. Bunga melati tersebut merupakan simbol keagungan dan kerukunan, sedangkan simbar dua tanduk merupakan simbol Adam dan Hawa. Di sisi lain terdapat juga simbar dengan tiga tanduk yang merupakan simbol matahari, bulan, dan bintang. Simbar dengan empat tanduk merupakan simbol sahabat nabi. Serta simbar dengan lima tanduk merupakan lambang rukun Islam. Selain sebagai hiasan pada bagian atap rumah, simbar juga berfungsi sebagai penangkal petir bangunan tradisional tersebut. Rumah Adat Lampung Rumah Adat Nuwo Sesat Rumah Adat Lampung Rumah adat Sumatera selanjutnya berasal dari provinsi Lampung. Rumah adat Lampung ini biasa dikenal dengan sebutan rumah Nuwo Sesat atau juga disebut juga Balai Agung. Dalam bahasa daerah setempat, Nuwou dapat diartikan sebagai rumah atau tempat tinggal. Sedangkan sesat memiliki makna bangunan musyawarah. Sehingga tidak heran, jika rumah adat Sumatera ini lebih banyak digunakan sebagai balai pertemuan adat, juga tempat para urwatin pada saat mengadakan pepung adat. Balai tersebut juga dikenal dengan Sesat Balai Agung. Bangunan tradisional tersebut berbentuk persegi panjang dengan tinggi dinding berukuran setengah bangunan. Rumah adat Nuwo memiliki tangga yang berada di tengah bangunan anjung yang berhubungan dengan bangunan induk. Rumah Nuwo Sesat memiliki ruang panjang yang menyerupai bangsal, sebagian masyarakat menyebutnya sebagai balai panjang. Ketika akan memasuki rumah tersebut, harus melalui Jambat Agung atau Lorong Agung. Keunikan dari bangunan khas Lampung ini adalah terdapat lambang Garuda yang menjadi simbol marga Lampung. Pada bagian atas lorong Agung terdapat tiga macam payung berwarna yang meliputi warna putih, kuning, dan merah. Setiap warna tersebut memiliki makna tersendiri. Warna merah untuk tingkat suku, sedangkan warna kuning untuk tingkat kampung, serta warna putih untuk tingkat marga. Rumah Nuwo Sesat memiliki 5 bagian ruangan. Kelima bagian ruang tersebut meliputi anjungan, pusiban, ruang tetabuhan, ruang gajah merem, dan ijan geladak. Rumah Adat Bangka Belitung Rumah Rakit Rumah Adat Bangka Belitunghttps//pariwisataindonesia .id/ Rumah adat Sumatera selanjutnya datang dari daerah Bangka Belitung. Rumah tersebut biasa dikenal dengan sebutan rumah rakit. Saat ini rumah khas ini dapat dijumpai di pinggiran sungai Musi. Rumah khas Bangka Belitung ini merupakan bangunan warisan masyarakat keturunan Tionghoa. Dahulu, bangunan ini pertama kali ditemukan di Sumatera Selatan yang kemudian menjadi cikal bakal rumah adat Bangka Belitung saat ini. Rumah Rakit ini diyakini sebagai bangunan tertua di Sumatera Selatan. Bahkan beberapa menyebutkan bahwa bangunan tersebut telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya berkuasa. Nama rumah rakit sendiri diambil dari bentuk bangunan tradisional ini yang memiliki struktur bangunan menyerupai bentuk rakit yang lengkap. Banyak masyarakat yang memiliki rumah adat rakit tersebut bermata pencaharian di lingkungan perairan, seperti sepanjang aliran sungai. Rumah Rakit tidak hanya digunakan sebagai hunian bagi masyarakat setempat, melainkan bangunan ini juga biasa digunakan sebagai alat transportasi untuk menyeberangi sungai atau bahkan ke tempat lainnya dengan menyusuri aliran sungai. Rumah adat Sumatera ini diikat dengan tali yang dihubungkan dengan tonggak di tepian sungai dan disangga oleh beberapa tiang yang ditancapkan ke dalam dasaran sungai. Keunikan dari bangunan ini adalah meskipun berada di atas air, lantai dari bangunan ini didesain tidak sampai basah terkena air. Bahan material dari bangunan Rakit adalah bambu khusus yang dikenal dengan bambu Manyan. Bambu Manyan merupakan bambu dengan ukuran besar dan memiliki daya tahan yang kuat di medan perairan. Rumah Adat Bengkulu Rumah Bubungan Lima Rumah Adat Bubungan Lima Rumah adat Sumatera selanjutnya adalah rumah Bubungan Lima. Rumah tradisional ini berasal dari provinsi Bengkulu, Sumatera. Nama bubungan lima diambil dari desain atap bangunan yang memiliki bubungan sebanyak 5 bubungan. Beberapa masyarakat menyebut bangunan tersebut dengan nama bubungan haji bubungan limas dan bubungan jembatan. Rumah ini biasa dimanfaatkan untuk tempat tinggal para tetua adat dan para penghulu. Selain itu, rumah Bubungan juga kerap digunakan sebagai tempat untuk menyimpan gerobak, hasil panen, alat pertanian, kayu bakar, atau kandang hewan ternak. Rumah tradisional Bubungan Lima merupakan bangunan dengan konsep rumah panggung, hal ini dilakukan agar mampu menahan dari getaran bumi. Mengingat bahwa provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah yang kerap mengalami bencana gempa bumi. Rumah khas ini memiliki tiang penyangga sebanyak 15 tiang dengan ketinggian mencapai 2 meter. Tiang-tiang tersebut disusun dan ditancapkan di atas batu yang telah dipendam di dalam tanah, sehingga mampu menopang bangunan serta meredam getaran. Karena bangunan rumah ini tinggi, maka diperlukan tangga untuk memasuki rumah tersebut. Uniknya, rumah tersebut dilengkapi dengan anak tangga yang berjumlah ganjil. Ketika akan memasuki rumah tersebut, maka akan ditemukan penampakan gambar buraq yang menjadi ornamen rumah adat Sumatera tersebut. Ornamen Buraq ini merupakan lambang keteguhan hati masyarakat Bengkulu dalam menganut ajaran agama Islam. Rumah Adat Jambi Rumah Adat Kajang Leko Rumah Adat Jambi Rumah adat Kajang Leko merupakan salah satu rumah adat Sumatera yang berasal dari provinsi Jambi. Rumah adat Jambi ini memiliki desain bangunan tertua yang terdapat di Jambi. Diperkirakan rumah adat Sumatera ini telah berusia sekitar 400 tahun. Rumah yang masih mengusung konsep rumah panggung ini merupakan konsep dari arsitektur Marga Batin. Bangunan khas ini berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Rumah Panggung Kajang Leko dilengkapi dengan 30 tiang penyangga, 24 tiang di antaranya adalah tiang penyangga utama dan sisanya merupakan tiang pelambang. Keunikan dari rumah Sumatera ini adalah terdapat dua macam tangga yang masing-masing berada di sebelah kanan rumah dan kiri rumah. Tangga yang berada di bagian kanan rumah merupakan tangga utama, sedangkan tangga di bagian kiri dikenal dengan tangga penteh. Rumah Kajang Leko merupakan rumah yang biasa dibangun dan dihuni masyarakat Jambi. Dan saat ini rumah tradisional ini telah menjadi ikon budaya khas Jambi di kancah Nasional. Rumah adat Sumatera ini memiliki beberapa bagian ruang yang dibedakan berdasarkan kegunaan dari ruang tersebut, serta berpegang pada hukum ajaran agama Islam. Ruang pada rumah Kajang Leko meliputi ruang pelamban, ruang gaho, ruang masinding, ruang tengah, ruang balik melintang, dan ruang balik menalam. Bangunan rumah Kajang Leko didesain dengan mengandung nilai penghormatan kepada ninik mamak, jaminan terhadap perlindungan anak-anak, kehidupan yang berkecukupan, dan juga keharmonisan bagi masyarakat. Rumah Adat Riau Rumah Adat Melayu Atap Lontik Rumah Adat Melayu Atap Lontik Rumah Melayu Atap Lontik merupakan salah satu rumah adat Sumatera yang cukup populer. Rumah tradisional ini dapat dijumpai di daerah Riau. Rumah adat ini juga dikenal dengan sebutan lain, yakni Pelancang. Dinamakan pelancang dikarenakan bentuk keseluruhan dari rumah adat ini terutama pada bagian bawahnya terdiri dari pasak-pasak dan sangat mirip dengan sebuah perahu atau biasanya disebut sebagai pelancang. Rumah adat ini dapat banyak dijumpai di kawasan tepian sungai. Bentuk panggung tersebut telah menjadi ciri khas tersendiri dari hampir semua bangunan yang ada pada tanah andalas. Karena jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam banjir atau ada makhluk yang tidak diharapkan datang ke area sekitar, sehingga para masyarakat dapat menghindarinya. Rumah adat Melayu Atap Lontik ini merupakan tempat tinggal khas dari orang-orang Melayu yang datang ke daerah Riau dan memutuskan untuk menetap di area tersebut. Sebuah daerah dengan nama Limo Koto dahulunya merupakan daerah yang sangat terkenal dan menjadi hilir mudik dari para pedagang pada jaman dahulu. Di mana banyak diantaranya datang dari Utara Sumatera ataupun dari tempat-tempat yang ada di dekat selat Malaka. Karena arus mobilitas terbilang cukup tinggi, maka tidak jarang pedagang dari luar tempat tersebut juga lebih memilih tinggal di sana, karena memang daerah tersebut mempunyai potensi ekonomi yang cukup menjanjikan. Karena hal tersebutlah beragam jenis kebiasaan dan juga produk budaya dan adat dapat dihasilkan, salah satunya adalah bangunan khas yang bernama Atap Lontik. Jika dilihat lebih jauh lagi, rumah adat ini juga mempunyai unsur “lontik” di dalamnya. Yakni bisa dilihat dari berbagai bentuk atapnya gang hampir mirip dengan rumah adat gadang dari Provinsi Sumatera Barat. Hanya saja, rumah gadang mempunyai banyak cabang pada bagian atasnya, berbeda dengan bangunan rumah adat ini yang hanya mempunyai dua ujung saja dengan posisi menjorok lancip keluar. Hal itu juga hanya berada pada sisi kanan dan juga kiri secara presisi. Hal menarik lainnya yang dapat diamati dari rumah adat Melayu Atap Lontik adalah berkaitan dengan seberapa banyak anak tangga yang harus diberikan pada bangunan rumah ini. Dimana rumah tradisional khas Melayu tersebut wajib menggunakan anak tangga dengan jumlah yang ganjil dimulai dari angka 3 hingga seterusnya. Hal tersebut juga berlaku pada tangga yang berada di dalam rumah hunian tersebut. Anak tangga dengan jumlah ganjil tersebut bermakna tentang lima rukun Islam, yakni syahadat, sholat, zakat, puasa dan juga haji. Rumah adat ini juga mempunyai bentuk tiang dengan berbagai macam variasi, dimulai dari bentuk segi empat, segi enam, segi tujuh, segi delapan bahkan hingga segi sembilan. Pada tiap jenis tiang ini mempunyai makna tersendiri yang telah menjadi kepercayaan masyarakat Riau. Rumah Adat Kepulauan Riau Rumah Adat Belah Bubung Gambar Rumah Adat Belah Bubung Rumah adat Belah Bubung merupakan rumah adat Sumatera yang berasal dari Kepulauan Riau. Rumah Belah bubung juga kerap dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Konon, diceritakan bahwa nama rumah tradisional Sumatera ini diberi oleh orang-orang asing China dan Belanda kepada masyarakat Indonesia. Dinamakan rumah Belah Bubung, karena rumah tradisional ini memiliki desain atap yang terlihat seolah-olah terbelah. Dimana pada bagian atap rumah ini terbuat dari bahan material rangka bambu atau disebut dengan bubung. Sama halnya dengan rumah-rumah adat sebelumnya, rumah adat Belah Bubung juga merupakan rumah adat yang mengusung konsep rumah panggung. Dimana rumah ini terlihat sangat tinggi dikarenakan rumah ditopang oleh tiang-tiang yang mempunyai tinggi mencapai hingga 2 meter di atas permukaan tanah. Rumah adat ini terbuat dari bahan yang alami, yakni pada bagian atap yang menggunakan daun rumbia, sedangkan pada bangunan utama rumah menggunakan bahan material kayu yang terbilang sangat kokoh dan juga tahan lama. Rumah adat Sumatera ini terdiri dari 4 bagian rumah, meliputi selasar, ruang induk, ruang penghubung dapur dan dapur. Proses pembangunan rumah ini harus diawali dengan tahapan upacara berdasarkan adat setempat untuk menghindarkan pemilik rumah dari hal buruk. Rumah Belah Bubung dapat dibagi menjadi beberapa macam rumah berdasarkan bentuk atapnya, yaitu rumah Lipat Pandan dengan atap curam, rumah Lipat Kajang dengan atap agak mendatar. Kemudian ada rumah Atap Layar atau disebut juga Ampar Labu, bagian bawah atap ditambah dengan atap lain. Lalu, rumah Perabung Panjang dengan perabung atapnya sejajar dengan jalan raya. Serta, rumah Perabung Melintang dengan bentuk perabung atapnya tidak sejajar dengan jalan. Orang juga bertanya Apa nama rumah adat sumatera? Apa rumah adat suku Sumatera Barat? Apa rumah adat di Sumatera Utara? Apa rumah adat sumatera selatan? Penutup Demikian penjelasan mengenai rumah adat Sumatera yang berasal dari 10 provinsi di Sumatera. Meskipun, setiap bangunan tradisional memiliki kesamaan dengan mengusung konsep rumah panggung, tapi di sisi lain setiap rumah juga memiliki ciri khasnya masing-masing sebagai bentuk keunikannya. Bagaimana? Kekayaan Indonesia begitu melimpah kan? Yuk kunjungi halaman Romadecade dan temukan kekayaan Nusantara lainnya. Rumah Adat SumateraSumber Refrensi https//karyapemuda .com/rumah-adat-sumatera/Provinsi_Yang_Ada_Di_Pulau_Sumaterahttps//katadata .
MenaraBerkembar Petronas (KLCC) Menara Berkembar Petronas merupakan simbol kemodenan dan kemajuan Malaysia dalam sains dan teknologi. Dilengkapkan pada tahun 1998, menara berkembar ini merupakan visi mantan Perdana Menteri ke-4, iaitu Dr. Seri Mahathir bin Mohammad dalam usaha pemodenan Malaysia seiring dengan perkembangan dunia yang semakin pesat supaya negara tidak ketinggalan.
JAKARTA, - Setiap negara di dunia pasti memiliki istana negara atau kantor kepresidenan. Istana negara menjadi tempat atau kantor resmi bekerjanya pemimpin tertinggi di suatu negara. Selain sebagai kantor, istana negara juga bahkan menjadi simbol dari negara tersebut. Karenanya, bangunan istana negara didesain berbeda-beda. Tak sekadar bangunan biasa, istana negara di berbagai negara juga dibangun dengan desain ikonik, kokoh, fungsional, dan juga menarik secara juga Polemik Istana Negara Ibu Kota Baru, Dirancang Pematung dan Potensi Pemborosan Dana Berikut lima istana negara dengan desain ikonik yang perlu Anda ketahui. Seluruh dari lima istana negara ini tak ada yang melambangkan satwa atau hewan sebagai lambang negara 1. White House, Amerika Serikat White Gedung Putih Amerika Serikat Siapa yang tak mengenal white house atau gedung putih di Amerika Serikat. Pastinya hampir semua pernah mendengar kabar tentang gedung ini. White House merupakan istana negara milik Amerika. Presiden Amerika terpilih akan memimpin dan bekerja di gedung ini. Gedung ini mulai dibangun pada 13 Oktober tahun 1792 atas gagasan Presiden Pertama AS George Washington. Para pekerja yang membangun gedung ini merupakan buruh dan imigran dari Irlandia, Skotlandia, dan negara Eropa lainnya. White House dirancang oleh seorang arsitek bernama James Hoban asal Skotlandia. James memenangi sayembara merancang gedung putih yang diiklankan di koran. Baca juga Istana Negara, Ibu Kota Baru, dan Kegalauan Kolektif Para Perancang Selanjutnya, dalam proses perancangan gedung putih, James terinspirasi Leinster House yang merupakan Gedung Parlemen Irlandia yang berada di Dublin. Awalnya, gedung ini bernama The Execution Mansion, dan kemudian pada masa Persiden ke-26 Amerika Theodore Roosevelt namanya diganti menjadi The White House atau gedung putih. Uniknya, selama Theodore Roosevelt menjabat sebagai presiden, dia selalu menggunakan kursi roda. Karenanya beberapa bagian gedung putih kemudiaan dirombak agar lebih ramah bagi pengguna kursi roda. Karena perombakan itu, Gedung Putih merupakan gedung ramah disabilitas pertama yang ada di Amerika Serikat dan menginspirasi gedung-gedung lainnya. Bangunan bergaya neoklasik ini terdiri dari enam lantai, termasuk dua lantai bawah tanah. Gedung putih dibuat seluas lebih dari meter persegi. Bangunan ini memiliki 132 ruangan, 32 kamar mandi, dan 16 kamar tidur. 2. Grand Kremlin Palace, Rusia Grand Kremlin Palace Rusia Grand Kremlin Palace merupakan salah satu istana atau kantor kepresidenan ikonik yang dimiliki oleh Rusia. Grand Kremlin Palace berlokasi di Moskow yang merupakan jantung ibu kota negara Rusia. Selain sebagai bangunan megah dan mewah, Grand Kremlin Palace merupakan bangunan bersejarah. Bahkan bangunan istana negara ini juga ditetapkan Unesco sebagai situs warisan dunia. Baca juga Pematung Merancang Istana Negara, Dewan Arsitek Menyalahi Undang-undang Istana negara ini dibangun sejak tahun 1837 hingga 1849. Bangunan ini juga dirancang oleh seniman dan arsitek terkemuka Rusia yaitu N Chichagov, V Bakarev, N Shokhin,P Gerasimov dan F Solntsev. Grand Kremlin Palace dirancang seluas meter persegi dengan panjang 125 meter dan tinggi 47 meter. Di dalamnya, terdapt 700 kamar, ruangan super mewah yang meliputi aula masuk, dan lima aula megah. Beberapa di antaranya adalah Georgievsky Hall, Catherine Hall, Vladimirsky Hall, Conference Room dan the Faceted Chamber. Kompleks Kremlin dulunya menjadi tempat tinggal para Tsar bangsawan Rusia. Namun sekarang, kompleks ini menjadi kantor resmi Presiden dari Federasi Rusia. Tampilan eksterior bangunan ini masih mepertahankan dekorasi lama abad ke-17. Hal itu dapat dilihat dari kubah, dekorasi dinding serupa burung dan juga dekorasi jam dinding yang terdapat di kubah istana. 3. Zhongnanhai Palace, Beijing, China Zhongnanhai Palace Zhongnanhai Palace Tingkok Istana negara dengan arsitektur unik selanjutnya adalah Zhongnanhai yang merupakan kantor pusat pemerintahan Negara Republik Rakyat China. Di dalamnya merupakan tempat kerja atau kantor dari sekretaris jenderal partai komunis dan perdana menteri Republik Rakyat China. Bangunan khas ini berlokasi di ibu kota Beijing China dan jaraknya juga tidak jauh dari Forbidden City. Istana ini dikelilingi danau yang sangat luas yang terbagi menjadi danau bagian selatan, barat dan juga Dirjen Cipta Karya Benarkan Desain Istana Negara Burung Garuda Karya Nyoman Nuarta Karenanya bangunan yang menjadi tempat kerja pemimpin China ini dijuluki sebagai istana laut. Selain itu, Zhongnanhai juga merupakan struktur bersejarah yang telah dibangun sejak 300 tahun lalu. Bahkan, sejumlah desain eskterior bangunan tersebut juga masih mempertahankan gaya arsitektur lamanya. Tak diketahui berapa luasan bangunan ini, karena Zhongnanhai merupakan area tertutup untuk publik sejak tahun 1949. 4. Rashtrapati Bhavan, India Rashtrapati Bhavan Rashtrapati Bhavan India Rashtrapati Bhavan merupakan istana kepresidenan India. Bangunan megah ini terletak di ujung barat Rajpath di New Delhi. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1929 dan dirancang oleh seorang arsitek bernama Edwin Landseer Lutyens. Rashtrapati Bhavan dibangun dengan empat lantai dan mencakup 340 ruang. Luasnya mencapai meter persegi dan dibangun dengan menggunakan 700 juta buah batu bata, tanpa material besi dan baja. Rashtrapati Bhavan dibangun dalam dua warna batu pasir dan mencerminkan perpaduan gaya arsitektur Mughal dan Eropa Klasik. Baca juga Polemik Istana Negara Ibu Kota Baru, Dirancang Pematung dan Potensi Pemborosan Dana Aspek yang palig menonjol dan membedakan dari Rashtrapati Bhavan ini adalah kubah besarnya yang terstruktur dalam pola stupa besar. Kubah itu terlihat dari kejauhan dan memiliki tiang panjang yang menambah kemegahan istana negara ini. Sementara itu, di sekitar kompleks istana kepresidenan terdapat Mughal Garden yang merupakan perpaduan antara gaya Mughal formal dengan british garden. Terdapat taman utama dari taman Mughal bernama "piece de resistence'. Ukurannya 200 meter x 175 meter. 5. Istana Merdeka, Indonesia Istana Merdeka Istana Merdeka Jakarta Istana Merdeka merupakan kantor kepresidenan sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia. Lokasinya berada di jantung pusat ibu kota Jakarta dan berada tidak jauh dari Tugu Monumen Nasional Monas. Istana merdeka ini merupakan bangunan bersejarah yang kemudian dialihfungsikan sebagai kantor kepresidenan sejak zaman Presiden pertama RI Soekarno. Pada mulanya istana merdeka merupakan kediaman pribadi seorang warga negara negara Belanda bernama JA van Braam. Baca juga Lima Asosiasi Kritik Istana Negara Burung Garuda, Tidak Mencerminkan Kemajuan Peradaban Namun kemudian bagunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia-Belanda, dan dijuluki sebagai “Hotel Gubernur Jenderal”. Pada saat itu, bangunan aslinya merupakan bangunan bertingkat dua. Tahun 1848, tingkat atasnya diruntuhkan dan bagian depannya dibuat lebih lebar untuk menampilkan wajah yang lebih resmi menyesuaikan kesannya sebagai pusat pemerintahan. Bangunan baru yang kemudian dijuluki sebagai istana merdeka ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Drossares. Dilansir dari laman resmi Istana Negara, struktur ini berlanggam Palladio dengan corak khas saka-saka yunani kuno tampak jelas dari eksterior istana. Bagian depan menonnjolkan 14 saka dengan laras yang sama. Selanjutnya, bagian serambi dicapai dari dua anak tangga pada sisi kanan dan kiri. Bagian depannya ditutup oleh pagar khas balustrada. Selain itu, terdapat dua balairung besar yaitu ruang upacara dan ruang jamuan. Ruang upacara merupakan tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi kenegaraan. Sebelumnya, pada masa Hindia Belanda, ruang upacara dipakai sebagai ballroom untuk pesta-pesta yang disemarakkan dengan acara dansa. Di dalam ruang ini juga tersedia dua perangkat gamelan Jawa dan Bali, masing-masing ditempatkan di arah yang berlawanan, timur dan barat. Adapun total luas keseluruhan istana negara ini mencapai meter persegi. Di dalamnya meliputi tiga bangunan penting seperti Bina Graha, Wisma Negara dan kantor Kementerian Sekertariat Negara Republik Indonesia. Sementara untuk istana merdeka yang merupakan kantor kerja presiden sendiri luasnyanya mencapai meter persegi. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Disekitar Gedung London Medan juga terdapat beberapa bangunan tua peninggalan Belanda dengan gaya arsitekstur transisi, seperti Kantor Pos Medan, Gedung Jakarta Lloyd yang pada saat didirikan adalah kantor perusahaan pelayaran The Netherlands Shipping Company, dua buah bank swasta yang dulu merupakan gedung dari The Netherlands Trading Campany
Banyak bangunan di Indonesia yang mirip dengan bangunan terkenal di luar negeri seperti patung Merlion di Batam, kawasan Paris Van Java yang mirip di Paris, atau bahkan Monumen Simpang Lima Gumul, Kediri yang sangat mirip dengan Arc de Triomphe. Baca Juga Negara-negara Ini Berbahaya, Tapi Bebas Visa Untuk Traveler Indonesia Namun demikian bukan berarti bangunan asli Indonesia tidak diadopsi oleh negara lain. Ternyata ada bangunan-bangunan khas suku di Indonesia yang berada di luar negeri. Mereka mengadopsinya karena bangunan tersebut memiliki bentuk yang unik dan menarik. Berikut bangunan asli Indonesia yang di “jiplak” negara lain. 1. Rumah Gadang di Belanda Anda tentu familiar dengan rumah khas masyarakat Minangkabau yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Rumah yang juga disebut dengan rumah Bagonjong oleh masyarakat sekitar memiliki bentuk yang unik dimana bentuk puncak atapnya runcing menyerupai tanduk kerbau. Rumah Gadang di Belanda c Twitter/ GNFIKeunikan bentuk rumah tradisional dari Indonesia ini memberikan inspirasi pada pengelola sebuah theme park di Belanda. Bangunan dengan model serupa bisa kalian jumpai kala berkunjung ke Taman Efteling yang terletak di Kaatsheuvel. Para pengunjung yang datang ke taman hiburan tersebut akan langsung disambut oleh sebuah bangunan yang mirip dengan rumah Gadang yang tidak lain merupakan sebuah gerbang menuju taman. Gerbang ini sangat populer dan diberi nama The House of 5 Senses, model bangunannyapun diilhami dari rumah tradisional Minangkabau. Selanjutnya Pura Bali di Belgia Advertisement Tags Bangunan Indonesia Luar negeri
MenaraKembar Petronas menjadi bangunan tertinggi di dunia—sebelum selesai dibangunnya Taipei 101 pada tahun 2004—yang diukur hingga ke atas komponen strukturnya (puncak, bukan antena). Puncak (spire) dianggap sebagai bagian penting dalam arsitektur bangunan tersebut, dan jika diubah akan banyak mengubah bentuk dan arsitektur bangunan, sedangkan antena bisa dipasang atau dicabut tanpa
Australia merupakan negara tetangga dari Indonesia. Australia mempunyai banyak wisata terkenal seperti Gunung Kozciuszka, Gurun Pasir di Australia, pantai Bondi, dan masih banyak destinasi lain di negara ini juga mempunyai bangunan yang mempunyai model arsitektur yang unik dan terkenal yang harus dikunjungi untuk berfoto. Berikut daftar bangunan yang ada di Stasiun Kereta Api Flinders kereta Flinders Street ini berada di kota Melbourne. Stasiun ini sudah ada sejak 1854 dan menjadi stasiun pertama di Australia. Bangunan ini dihiasi oleh kubah yang indah dan arsitektur yang sangat klasik sehingga menjadikannya bangunan yang ikonik di Australia khususnya kota yang sekarang merupakan model yang dibangun tahun 1901. Dulu tahun 1926 stasiun ini merupakan stasiun tersibuk di Queensland Number One merupakan bangunan tertinggi yang ada di Australia. Bangunan pencakar langit ini bertinggi 322,5 meter dan mempunyai 78 lantai dengan ketinggian tersebut bangunan ini menjadi yang tertinggi di Australia dan .Letak bangunan ini ada di Surfers Paradise, Queensland, Australia. Bangunan ini juga menjadi ikon Royal Exhibition ini terdaftar sebagai warisan dunia yang berlokasi di Melbourne, Victoria, Australia. Bangunan ini dibangun 1979 dan selesai di tahun selesai dibangun, Royal Exhibition Building dijadikan acara pameran internasional pertama di Melbourne yang dihadiri oleh orang. Bangunan ini mempunyai luas sekitar 64 hektar. Setelah menjadi pameran internasional Melbourne pada tahun 1888 dijadikan tempat pameran yang lebih besar yaitu Pameran Internasional Centennial dan pada tahun 1901 dijadikan tempat pembukaan parlemen Australia, Royal Exhibition Building menjadi bangunan warisan budaya UNESCO pada tanggal 1 Juli Queen Victoria luar, Queen Victoria Building nampak seperti sebuah museum atau bangunan parlemen namun sebenarnya bangunan ini merupakan pusat perbelanjaan di Australia. Bangunan ini dibuka pertama kali tahun 1898 dan dirancang oleh George Mcrae dengan arsitektur bergaya Romawi. Di dalam bangunan ini terdapat toko dari brand-brand terkenal, kafe, dan bersejarah yang ada di bangunan ini adalah surat yang ditulis oleh Ratu Elizabeth 2 yang ditulis pada tanggal 18 November 1986 yang akan dibuka pada tahun bangunan ini ada di 429 – 481 George Street di distrik bisnis pusat Sydney, di negara bagian Australia, New South Wales. Baca Juga 5 Pantai Terbaik di Australia, Pilihan Destinasi buat Liburanmu Nanti! 5. Australia Square ini dibangun pada tahun 1961 dan selesai di tahun 1967. Australia Square Tower bukanlah bangunan tertinggi atau yang bersejarah di Australia, namun hal yang menarik adalah tempat ini menjadi ikon arsitektur Australia dan bangunan ini pernah menjadi bangunan tertinggi di Sydney dan di dunia pada tahun ini berada di pusat bisnis Sydney yang tepatnya di 264 George Museum of Australian Democracy / Old Parlianment ini dirancang oleh John Smith Murdoch yang merupakan arsitek pemerintah persemakmuran pertama. Pada tahun 1927-1988 bangunan ini dijadikan tempat parlemen berkumpul. Saat tahun 1980-an para anggota parlemen yang masuk sudah melebihi kapasitas dan akhirnya dibangun New Parlianment House yang selesai di bulan Juni tahun Museum of Australian Democracy tidak terpakai, lalu bangunan ini dijadikan sebagai museum demokrasi Australia. Museum of Australian Democracy ini berlokasi di 18 King George Terrace, Parkes, ACT 2600, New Parlianment New Parlianment House ini didapatkan dari hasil kompetisi desain arsitektur yang terdiri dari 2 tahap kompetisi yang diumumkan pertama kali pada bulan April 1979. Kompetisi desain arsitektur ini selesai pada tanggal 26 Juni 1980 yang dimenangkan oleh Mitchell/Giurgola dan Thorp yang merupakan perusahaan arsitektur asal New Parlianment House mulai dibangun pada tahun 1981 dan selesai tanggal 9 Mei 1988. Di dalam bangunan ini terdapat 4500 ruangan, dan bangunan ini setiap tahunnya menerima pengunjung sampai 1 juta pengunjung setiap New Parlianment House ini ada di Parlianment Dr, Canberra ACT 2600, Rialto Tower merupakan bangunan perkantoran yang dibangun pada tahun 1982 dan selesai pada 1986. Saat selesai dibangun, Rialto Tower menjadi bangunan tertinggi di Australia dan menjadi yang ketiga di dunia pada tahun yang mempunyai ketinggian hingga 251 meter dan mempunyai 63 lantai ini menjadi tempat pertama untuk acara Melbourne's Tower Tower berlokasi di kota Melbourne, 525 Collins Street, daftar bangunan yang terkenal di Australia selain Opera Sydney. Jadi jika kamu mau liburan ke Australia kamu punya banyak destinasi lain yang mungkin belum dijelajahi seperti bangunan-bangunan terkenal yang ada di daftar. Baca Juga 5 Negara dengan Kepadatan Penduduk Terendah, Australia Salah Satunya IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
merupakanbangunan kantor pemerintahan yang melaksanakan aktivitas administrasi, kebijakan dan jasa di bidang ekonomi, memiliki bentuk khas arsitektur Bugis Makassar pada fasade bangunannya. Kasus terpilih berjumlah 3 (tiga), yaitu : Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Kantor DPRD Kota Makassar, Kantor Bank BTN
Veracruz merupakan salah satu kota di sebelah timur Meksiko, sekaligus menjadi kota pelabuhan terbesar di negara ini. Kota ini termasuk kota besar dengan penduduk lebih dari 550 ribu jiwa dan sudah berdiri sejak tahun 1519 oleh Hernan terbesar di negara bagian Veracruz ini memiliki usia yang sudah tua dan berdiri sejak masa penjajahan Spanyol di Meksiko. Maka tidak mengherankan apabila kota ini memiliki berbagai macam bangunan tua yang berarsitektur khas kalian yang berkeinginan untuk berkunjung ke Meksiko, terutama Veracruz, maka harus tahu beberapa bangunan bersejarahnya berikut ini. 1. San Juan de Ulua San Juan de Ulua merupakan bangunan benteng yang terletak di pesisir Kota Veracruz yang tak jauh dari Pelabuhan Veracruz. Benteng ini sudah didirikan pertama kali pada tahun 1565, ketika Meksiko masih menjadi bagian dari bangsa Spanyol setelah berhasil menaklukkan Kerajaan Aztek. Setelah Meksiko memerdekakan diri dari Spanyol di abad ke 19, benteng ini pernah diduduki oleh beberapa negara seperti Prancis dan Amerika Serikat. Sekarang, benteng ini digunakan sebagai museum dan menjadi salah satu landmark terkenal di Veracruz. 2. Palacio Municipal Municipal merupakan salah satu landmark terkenal lain di Veracruz, yang juga terletak di pusat kota. Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1627 dan menjadi tempat tinggal dari pemimpin New Spain pada masa itu yang bernama LuĂs de bentuk arsitekturnya tak kalah menarik yang bergaya Spanyol dengan pintu setengah lingkaran yang begitu mengaggumkan. Selain itu, lokasinya sangat strategis tepat di depan Plaza de Armas membuat bangunan ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. 3. Baluarte de Santiago Baluarte de Santiago menjadi salah satu destinasi menarik di kawasan pusat kota Veracruz. Bangunan ini merupakan peninggalan militer yang dibangun sejak tahun 1636 dan dipergunakan sebagai benteng perlindungan Kota Veracruz, sehingga letaknya tidak jauh dari pelabuhan. Sedangkan arsitekturnya begitu kental akan kolonial Spanyol, bahkan bangunannya masih terlihat utuh dan terawat. Meskipun ada beberapa kerusakan dan warnanya yang mulai lapuk. Baca Juga 7 Fakta Campeche, Kota Bajak Laut di Meksiko yang Penuh Warna 4. Faro Venustiano Carranza Berikutnya ada Faro Venustiano Carranza yang merupakan bangunan tua di pesisir pantai Veracruz. Bangunan ini sebenarnya merupakan kesatuan mercusuar, museum sekaligus kantor dari Pelabuhan Veracruz. Gedung ini sudah dibangun pada tahun 1902 dan selesai sejak tahun 1910. Gedung megah ini menjadi bangunan ikonik yang ada di Veracruz karena arsitekturnya begitu kental akan gaya arsitektur bangunan khas Spanyol. Sementara bagian depannya terdapat patung dari Venustiano Carranza. 5. Cathedral de Veracruz ada Cathedral de Veracruz yang menjadi gereja terbesar di kota ini. Letaknya pun juga sangat strategis tepat di pusat kota. Bangunan gereja ini sudah dibangun pada awal abad ke 17 dan selesai di tahun 1731. Serta terdapat satu menara besar yang ada di sebelah bangunan satu bagian yang menonjol dari gereja ini adalah kuba yang menyerupai bangunan Basilica Santo Petrus di Vatican. Sedangkan gaya arsitekturnya memadukan neoklasik dan unsur lokal Meksiko. 6. San Carlos Fortress Terakhir, terdapat pula San Carlos Fortress yang letaknya agak jauh dari Kota Veracruz, di mana berjarak sekitar 150 km. Lokasi benteng ini ada di kota Perote yang masih masuk dalam negara bagian Veracruz. Sementara benteng ini sudah berdiri sejak tahun 1776, setelah dibangun selama enam tahun lamanya. Bangunan benteng ini lebih banyak dipergunakan sebagai penjara yang sudah memenjarakan berbagai tawanan perang, sejak Perang Kemerdekaan, Perang Amerika-Meksiko dan terakhir Perang Dunia II untuk menampung para tawanan Jerman dan Italia. Saat ini, bangunan tersebut digunakan sebagai museum dengan bentuk yang masih sama seperti sedia tahu kan keenam bangunan tua di Veracruz ini dan pastinya buat kalian yang berencana jalan-jalan ke Meksiko gak boleh melewatkan destinasi di atas. Kalian mau berkunjung ke mana dulu nih? Baca Juga 5 Bangunan Bersejarah di Medellin, Kolombia yang Bergaya Eropa IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Berikutini akan kami tampilkan informasi dan ulasan detail mengenai list 7 keajaiban dunia terbaru beserta foto, gambar, dan penjelasannya lengkap, plus 1 bangunan khusus yang mendapat gelar kehormatan. 1. Great Wall of China. Tembok besar China merupakan serangkaian tembok dan dinding yang membentang di dataran China sepanjang kurang lebih 8.
24. Perhatikan bangunan berikut! Sumber Dokumentasi penerbit...Bangunan tersebut merupakanbangunan khas yang terdapat di negara....a. Laosb. MyanmarC. Kambojad. Indonesia​ Itu bangunan Angkor Wat , Kamboja JawabanD Indonesia Penjelasanmaaf kalo salah
MenurutFeilden (1994), bangunan bersejarah merupakan sesuatu yang memberikan kita rasa ingin mengetahui lebih banyak mengenai orang-orang dan kebudayaan yang menghasilkan bangunan tersebut (Feiden, 1994:2). Dengan adanya bangunan tua maka masyarakat sekitar yang melihatnya ingin mengetahui sejarah dibalik bangunan tersebut berdiri.